Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2017

Kekalahan

Sedang ramai play-off NBA. Tim-tim saling menyingkirkan. Kekalahan tentu sesuatu yang tidak diinginkan oleh tim manapun, tetapi kita bisa bayangkan: kekalahan adalah sekaligus bentuk kelegaan. Para pemain dari tim yang kalah bisa pulang ke rumah lebih cepat dan menonton sisa musim sambil bersantai bersama keluarga. Mereka tak perlu lagi datang setiap hari ke tempat latihan dengan suasana tegang menghadapi pertandingan demi pertandingan. Para pemain bisa rileks dan bahkan bisa makan sesuka hati karena tak ada lagi pertandingan untuk dua sampai empat bulan mendatang.  Kekalahan adalah istilah yang mengacu pada permainan tertentu yang disepakati. Sebuah tim kalah main basket jika skornya berada di bawah tim lawan. Seseorang kalah dalam konteks sekolahan jika tidak lulus ujian atau menempati ranking terbawah. Partai manapun disebut kalah dalam kontestasi politik jika tidak meraih suara yang cukup untuk mengirimkan wakilnya ke parlemen. Kekalahan berlaku untuk suatu permainan, tetapi belum

Jantan: Antara Adu Domba, Maskulinitas, dan Manifestasi Digital

(Ditulis sebagai pengantar kuratorial untuk pameran Aci Andryana di Sekolah Tinggi Desain Indonesia, 29 Agustus 2017) Dalam esai berjudul Cock Fight and The Balinese Male Psyche yang ditulis oleh Arthur Asa Berger pada tahun 2007, disebutkan bahwa aktivitas adu ayam di Bali tidak hanya mempunyai aspek hiburan saja. Bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pertunjukkan tersebut, terdapat dimensi lain seperti sosial, religius, hingga seksualitas yang juga turut berperan. Terkait dengan yang disebutkan terakhir, dalam penelitian Berger, secara spesifik disebutkan bahwa adu ayam secara tersirat mengandung glorifikasi atas maskulinitas. Ada kebanggaan yang besar bagi pemilik ayam, ketika ayamnya dielu-elukan oleh para penonton. Pun ketika darah mulai bermuncratan dalam pertarungan, ada semacam kepuasan yang disebut Berger sebagai “orgasme psikologis”.  Adu ayam dengan adu domba tentu tidak sedemikian jauh berbeda. Pada dasarnya, keduanya punya fungsi yang sama dalam menyalurkan hasra

Museum, Komunitas, dan Ranah Publik

*) Dipresentasikan di acara "Seminar 128: Bersama Museum Rekatkan Kebhinekaan", Museum Geologi Bandung, 12 Agustus 2017.  Mari memulai tulisan ini dengan sesuatu yang jauh dari perbincangan tentang museum. Para penggemar sepakbola tentu tahu Arsene Wenger, pelatih tim sepakbola Liga Inggris, Arsenal. Di masa mudanya, ia adalah orang yang kerap menyempatkan diri untuk pergi ke bar dan menonton sepakbola di sana bersama banyak orang (istilah zaman sekarang mungkin “nobar”). Seperti biasa kita dapati ketika nobar Persib misalnya, masing-masing bobotoh tentu berkomentar, meski hanya berupa celetukan, tentang bagaimana harusnya tim kesayangannya bermain. “Harusnya dia bermain di sayap!”, “Harusnya penyerang itu diganti!”, “Harusnya pemain lawan itu dijaga lebih ketat!” begitu mungkin ungkapan-ungkapan yang sering kita dengar ketika nobar. Lalu Wenger mengatakan dengan jujur, “Saya belajar dari celetukan-celetukan orang di bar tentang taktik sepakbola.”  Pengakuan te

Masa Depan dan L'Avenir

Gambar diambil dari sini . Dalam film dokumenter tentang Jacques Derrida, pemikir kontemporer Prancis tersebut mengungkapkan pikirannya mengenai masa depan di bagian pembuka film:  “ In general, I try and distinguish between what one calls the Future and “l’avenir” [the ‘to come]. The future is that which – tomorrow, later, next century – will be. There is a future which is predictable, programmed, scheduled, foreseeable. But there is a future, l’avenir (to come) which refers to someone who comes whose arrival is totally unexpected. For me, that is the real future. That which is totally unpredictable. The Other who comes without my being able to anticipate their arrival. So if there is a real future, beyond the other known future, it is l’avenir in that it is the coming of the Other when I am completely unable to foresee their arrival. ” Saya tidak terlalu paham dengan apa yang dikatakan Derrida, hingga sejak tiga bulan terakhir ini mulai menjalani hidup serabutan. Pad