Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2020

Kekalahan

Sedang ramai play-off NBA. Tim-tim saling menyingkirkan. Kekalahan tentu sesuatu yang tidak diinginkan oleh tim manapun, tetapi kita bisa bayangkan: kekalahan adalah sekaligus bentuk kelegaan. Para pemain dari tim yang kalah bisa pulang ke rumah lebih cepat dan menonton sisa musim sambil bersantai bersama keluarga. Mereka tak perlu lagi datang setiap hari ke tempat latihan dengan suasana tegang menghadapi pertandingan demi pertandingan. Para pemain bisa rileks dan bahkan bisa makan sesuka hati karena tak ada lagi pertandingan untuk dua sampai empat bulan mendatang.  Kekalahan adalah istilah yang mengacu pada permainan tertentu yang disepakati. Sebuah tim kalah main basket jika skornya berada di bawah tim lawan. Seseorang kalah dalam konteks sekolahan jika tidak lulus ujian atau menempati ranking terbawah. Partai manapun disebut kalah dalam kontestasi politik jika tidak meraih suara yang cukup untuk mengirimkan wakilnya ke parlemen. Kekalahan berlaku untuk suatu permainan, tetapi belum

Mengenang Romo B. Herry Priyono

MENGENANG ROMO B. HERRY PRIYONO Hari ini hati begitu mendung, mendengar kabar Romo Herry Priyono, dosen saya di STF Driyarkara, meninggal dunia. Segalanya begitu mendadak, karena baru saja delapan hari lalu, saya melihat Romo bicara di Philofest ID dan seperti biasa, tampak sangat sehat dan bergairah. Perkenalan saya dengan Romo Herry mungkin baru sekitar dua tahun, dan tentu saja banyak yang sudah lebih lama kenal dengan beliau, terutama mereka yang kuliah di STF Driyarkara sejak S1 dan S2 (saya sendiri baru masuk tahun ini di program S3, meski sudah diajar beliau sejak program Matrikulasi). Meski perkenalannya relatif singkat, namun saya merasakan suatu kesedihan sekaligus kehilangan yang amat besar. Saya bertanya-tanya: mengapa bisa seperti itu? Padahal, di sisi lain, ada sejumlah kenangan kurang enak berkaitan dengan beliau. Misalnya, di kelas pengantar filsafat yang diampu beliau di program Matrikulasi, saya pernah datang terlambat. Beliau melarang saya masuk kelas, meski

Philofest ID, Pencapaian yang Hakiki

Pada tanggal 7 - 13 Desember lalu, kami mengadakan semacam acara. Kami yang dimaksud adalah sejumlah komunitas pengkaji filsafat di Indonesia, dan acara yang dimaksud adalah festival filsafat bernama Philofest ID. Inisiasi ini dilakukan sekitar tiga bulan sebelumnya, dan saya bisa katakan bahwa semuanya berlangsung hampir bersamaan, seolah-olah sudah menjadi kegelisahan bersama. Saat Kelas Isolasi menjelang edisi ke-100, Nino dan saya memutuskan untuk mengisi materi kelas dengan ajakan kolaborasi dengan berbagai komunitas seperti Schole ID, Akademi Aliarcham, Ze-No Centre for Logic and Metaphysics, LSF Discourse, dan Komunitas Mikir. Ide ini kemudian saya bicarakan dengan Martin Suryajaya dan dia menyambut dengan begitu antusias. Katanya, ia juga sudah memikirkan bahwa ekosistem filsafat harus dibenahi dengan saling berkolaborasi. Bahkan alangkah lebih baik jika medan sosial filsafat juga seperti sastra, punya berbagai sayembara, penghargaan, dan festival. Hampir bersamaan dengan itu p