Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2011

Lokasi Kebahagiaan

  Cari-cari film di Netflix, akhirnya jatuh pada Expedition Happiness . Dari posternya pun sudah agak-agak terbayang, bahwa film dokumenter ini kemungkinan mirip-mirip dengan Into the Wild (kisah petualangan menuju alam bebas, lepas dari rutinitas yang menjemukan). Ternyata meski punya kemiripan tema, Mogli dan Felix, pasangan yang melakukan perjalanan dalam Expedition Happiness , lebih santai dan masih mau bersosialisasi ketimbang Christopher McCandless dalam Into the Wild yang berupaya untuk jauh-jauh dari manusia. Expedition Happiness masih menunjukkan banyak sisi kemanusiaan dan juga kehewanan, sementara McCandless lebih menikmati hidup menyendiri.  Mogli dan Felix adalah pasangan asal Jerman. Mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan dari Amerika Utara menuju Amerika Selatan, dimulai dari Kanada, Alaska, melewati beberapa negara di AS, Meksiko, dan rencananya hingga Argentina. Mereka berangkat bertiga bersama seekor anjing bernama Rudi menggunakan bis sekolah yang dimodifika

Muara Filsafat

Hari Minggu adalah jadwal saya mengajar di sebuah pesantren di kawasan Cijawura. Apa yang saya ajarkan sesungguhnya bertajuk awal "Gitar Klasik". Namun melihat animo yang cukup besar (ini adalah semacam kelas ekstrakurikuler yang siswa boleh memilih secara sukarela), saya memutuskan untuk mengganti tajuknya menjadi kelas "Musik" saja. Masalahnya, dua puluh orang anak jika diajari gitar klasik secara detail akan cukup repot. Belum pertimbangan bahwa banyak diantaranya tidak mempunyai gitar, dan juga kemampuan dasarnya tidak sama. Atas dasar siswa yang cukup banyak itu, akhirnya saya bagi menjadi empat kelompok dengan masing-masing lima orang. Masing-masing kelompok diharuskan berkreasi sendiri, menampilkan suatu lagu bebas dalam format akustik. Tentu saja atas nama keadilan, pria wanita bercampur baur di sana. Singkat cerita, akhirnya saya menyuruh masing-masing kelompok untuk maju ke depan, menampilkan kreasinya. Namun ekspektasi saya terhenti karena sekelompok pe

My Immortal Beloved

                                                           Hujan Alpukat Dosa Progo Indra Terlambat Kuning                              Nat King Cole                                             Skripsi Biru                              Kucing                                                                  Venche                              BBM                                                                    Ennis del Mar                              Heteronormativitas                                                   Gay                              Jack Twist                                                              Ten to Ten                              Carbonara                                                            Alfamart                              My Baby Just Cares for Me                      Oele Pattiselano                              Paskal Hypersquare                     Mie Kocok                              Sup bawang                          Kange

Tuhan Telah Mati, Kita Semua yang Membunuhnya

  Tuhan telah mati, dalam doa bersama menjelang UN Dibinasakanlah sifat ia yang Maha Baik Menjadi baik untuk kelompok tertentu atas tujuan yang sempit Tuhan telah mati, dalam ormas yang menghancurkan diskotik Dibinasakanlah sifat ia yang Maha Memerintah Titahnya telah dikudeta oleh gerombolan manusia Tuhan telah mati, oleh pedang prajurit Perang Salib Dibinasakanlah sifat ia yang Maha Esa Karena masing-masing kubu merasa punya Satu untuk dibela Tuhan telah mati, oleh suasana Ramadhan di sekeliling kita Dibinasakanlah sifat ia yang Maha Luas Menjadi sekedar acara televisi dan korden yang menutup jendela rumah makan Tuhan telah mati, oleh pisau bernama BA-HA-SA Ia tidak lagi meliputi seluruh keadaan Tapi disempitkan oleh nama dan sesosok persona nun jauh di sana O, Tuhan telah mati, kita semua yang membunuhnya!