Skip to main content

Bertemu Euro Lagi

Ini adalah pertemuan saya dengan Piala Eropa kesekian setelah pertama kali menontonnya tahun 1996. Sejak Euro '96 di Inggris hingga Euro edisi kali ini di Jerman, saya tak pernah putus mendukung Itali. Seperti halnya keputusan siapapun dalam memilih tim sepakbola kesayangannya (di luar tim dari kota kelahiran atau tempat tinggal), alasannya seringkali tidak rasional, nyaris seperti jatuh cinta untuk pertama kali. Saya suka Itali karena suka saja. Padahal di Euro '96 itu, Itali gagal lolos dari fase grup setelah mendapat hasil imbang dengan Jerman. Saya menonton langsung di televisi momen Gianfranco Zola gagal mengeksekusi penalti. Padahal penalti tersebut, jika gol, bisa saja membuat Itali melenggang ke perempat final. Itali tersingkir, tetapi saya memilih untuk mendukung Itali. Padahal bisa saja saya mendukung Jerman, tim yang menjadi juara Euro '96 pada akhirnya. Tapi ternyata tidak, entah kenapa.  Banyak pemain yang saya tidak tahu di timnas Itali tahun ini. Selain meman

30hari30film: Superman: The Movie (1978)

26 Ramadhan 1434 H


Superman: The Movie (1978) adalah film tentang Superman, tokoh ciptaan Jerry Siegel dan Joe Shuster yang terlebih dahulu terkenal lewat komik. Tokoh Superman sudah malang melintang sejak tahun 1938. Meski demikian, ia baru mampu diwujudkan di layar kaca lima puluh tahun kemudian dengan Christopher Reeves berperan sebagai Superman -tentunya penantian lima puluh tahun ini terkait dengan pertimbangan teknologi-. Superman: The Movie disutradarai oleh Richard Donner dan skenarionya ditulis oleh Mario Puzo, David dan Leslie Newman, Robert Beriton, dan Tom Mankiewicz. Selain Christopher Reeve, Marlon Brando dan Gene Hackman ikut berperan sebagai Jor-El dan Lex Luthor.

Superman: The Movie diawali dari keadaan Planet Krypton yang berada di ujung kehancuran. Salah seorang penghuninya, Jor El (Marlon Brando), sempat menyelamatkan anaknya yang masih kecil, Kal El, dengan mengirimkannya ke Planet Bumi sebelum Planet Krypton akhirnya musnah. Di Bumi, Kal El mempunyai nama Clark Kent dan dibesarkan oleh pasangan yang kebetulan menemukannya, Jonathan dan Martha Kent. Karena mempunyai kekuatan super melebihi manusia lainnya, ia menjadi penyelamat bagi segala persoalan besar yang menimpa kota tempat tinggalnya, Metropolis. Meski mempunyai kekuatan amat kuat, Superman mendapat kesulitan ketika harus berhadapan dengan seorang ilmuwan bernama Lex Luthor (Gene Hackman).

Superman: The Movie adalah film dengan efek visual yang canggih -tidak hanya untuk jamannya, tapi juga dalam kacamata hari ini-. Adegan Superman terbang bersama dengan Lois Lane, wanita yang disukainya, di atas Kota Metropolis, masih adegan yang spektakuler. Hanya saja film ini terlalu sempurna untuk Superman. Ia begitu berkuasa penuh dan segalanya mudah di tangannya. Hal ini mungkin tidak masalah bagi mereka yang datang menyaksikan Superman: The Movie untuk menemukan hal-hal yang menyenangkan dari awal hingga akhir. Tapi bagi mereka yang ingin sedikit bumbu konflik dan teka-teki, Superman: The Movie tidak sanggup menyuguhkan itu. 

Rekomendasi: Bintang Tiga

Comments

Popular posts from this blog

Kelas Logika: Kerancuan Berpikir (Informal)

 Dalam keseharian kita, sering didapati sejumlah pernyataan yang seolah-olah benar, padahal rancu dan sesat. Kerancuan dan kesesatan tersebut disebabkan oleh macam-macam faktor, misalnya: penarikan kesimpulan yang terburu-buru, penggunaan kata yang bermakna ganda, penekanan kalimat yang tidak pada tempatnya, pengaruh orang banyak yang menyepakati sebuah pernyataan sebagai benar, dan lain sebagainya.    Dalam ranah ilmu logika, kerancuan dan kesesatan diistilahkan dengan fallacy (jamak: fallacies ). Fallacy ini amat banyak ragamnya, dan di tulisan ini akan disebutkan fallacy yang sifatnya informal. Formal fallacies adalah kerancuan yang dihasilkan dari kesalahan dalam aturan silogisme, penalaran, dan pengambilan keputusan. Sedangkan informal fallacies (atau disebut juga material fallacies ) adalah kerancuan yang dihasilkan dari kekeliruan memahami konsep-konsep yang lebih mendasar seperti terma, definisi, dan pembentukan premis itu sendiri.  1. Kerancuan dalam Berbahasa  1

Metafisika

Entah benar atau tidak, tapi boleh kita percaya agar pembahasan ini menjadi menyenangkan: Istilah metafisika terjadi oleh sebab sesuatu yang tidak sengaja. Ketika Aristoteles sedang menyusun buku-bukunya di rak, asistennya meletakkan buku yang berisi tentang segala sesuatu yang di luar kenyataan seperti prinsip pertama dan pengertian tentang ada (being qua being) setelah buku bertitel 'Fisika'. Atas ketidaksengajaan itulah, buku tersebut dinamai 'Metafisika'. 'Metafisika' berarti sesudah 'Fisika', yang memang secara harfiah betul-betul buku yang ditempatkan setelah buku 'Fisika' di rak Aristoteles. Istilah tersebut jadi terus menerus dipakai untuk menyebut segala sesuatu tentang yang di luar atau di belakang dunia fisik. Agak sulit untuk menjelaskan secara presisi tentang apa itu metafisika (tentu saja metafisika dalam arti istilah yang berkembang melampaui rak buku Aristoteles), maka itu alangkah baiknya kita simak beberapa contoh upaya untuk me

Tentang Live Instagram Dua Belas Jam

  Hari Minggu, 24 Juli kemarin, saya live Instagram hampir dua belas jam. Untuk apa? Pertama, mengumpulkan donasi untuk Kelas Isolasi yang kelihatannya tidak bisa lagi menggunakan cara-cara yang biasa-biasa (karena hasilnya selalu kurang memadai). Kedua, iseng saja: ingin tahu, selama ini saya belajar dan mengajar filsafat itu sudah “sampai mana” jika diukur dengan menggunakan jam. Putusan untuk mengudara dua belas jam tersebut tidak melalui persiapan matang, melainkan muncul begitu saja dari dua hari sebelumnya. Oh iya, materi yang saya bawakan adalah berkenaan dengan sejarah filsafat Barat. Keputusan tersebut membuat saya agak menyesal karena mesti menghabiskan hari Jumat dan Sabtu untuk baca-baca secara intens. Seperti yang sudah saya duga, belajar filsafat memang aneh: semakin dibaca, semakin menganga lubang-lubangnya. Awalnya, saya berniat untuk khusus membaca bagian Abad Pertengahan saja karena merasa pengetahuan saya paling lemah di bagian itu. Setelah lumayan membaca tipis-tip